Pages

Wednesday, July 06, 2011

Bingung Menghitung Usia Kehamilan, Inilah Caranya

Banyak dari ibu yang bingung menghitung usia kehamilannya. Lantas bagaimanakah cara menghitungnya?
Pada saat tertentu kadang perhitungan usia kehamilan ibu hamil dan dokter berbeda. Hal ini karena para dokter dan bidan akan mulai menghitung usia kehamilan dari hari pertama menstruasinya berakhir (last menstrual period/LMP). Meskipun tentu saja seorang perempuan belum hamil pada saat itu.
Perhitungan usia awal kehamilan sejak hari pertama menstruasi berakhir karena kebanyakan perempuan tidak tahu secara persis ketika mereka berovulasi, tapi kebanyakan tahu kapan masa menstruasinya berakhir, seperti dikutip dari Babycenter, Sabtu (18/6/2011).
Umumnya dokter akan menghitung masa kehamilan selama 280 hari untuk menentukan tanggal jatuh tempo atau kelahiran bayi yang dikandung. Jumlah tersebut setara dengan usia kehamilan 40 minggu. Tapi tanggal tersebut hanya perkiraan saja, dan hanya 5 persen bayi yang lahir tepat pada tanggal perkiraan tersebut.
Sedangkan untuk trimester seringkali dianggap sebagai usia kehamilan pertiga bulan. Seseorang akan dikatakan berada di trimester kedua setelah hamil 14 minggu dan trimester ketiga setelah usia kehamilan mencapai 28 minggu.
Biasanya seseorang lebih senang menyebut usia kehamilannya dalam bulan, dalam hal ini tidak tepat jika menghitung satu bulan sama dengan 4 minggu. Karenanya diambil rata-rata satu bulan selama 30 hari dan 1 minggu sama dengan 7 hari.
Dan umumnya usia kehamilan tidak persis 9 bulan, misalnya jika hari pertama ia terakhir menstruasi adalah 1 Januari maka tanggal jatuh temponya adalah 8 Oktober. Jadi perhitungannya seperti 9 bulan 1 minggu atau 10 hari, tapi ia bisa melahirkan sebelum atau sesudah tanggal tersebut.
Badan kesehatan dunia (WHO) menetapkan bahwa batas maksimal usia kehamilan adalah 42 minggu atau sekitar 294 hari. Jika sampai usia tersebut belum juga ada tanda-tanda akan melahirkan, maka ibu hamil akan diinduksi untuk memberi rangsangan atau melahirkan secara cesar untuk mencegah adanya masalah pada bayi dan juga ibu hamil.
6 Cara Menghitung Usia Kehamilan
Selain untuk mengetahui hari perkiraan lahir (HPL) bayi, menghitung usia kehamilan juga berguna untuk pemeriksaan dan penjagaan kesehatan bumil dan janin. Nah, ada enam cara untuk menghitung usia kehamilan, Moms tinggal mana yang paling mudah dilakukan.
Kapan haid terakhir/hari pertama haid terakhir (HPHT)
Dengan menghitung kapan tanggal hari pertama haid terakhir. Begitu bulan berikutnya Moms tidak haid, maka sudah dihitung sebagai hitungan 1 bulan. Ini dapat dihitung apabila siklus haid normal. Dengan cara ini didapatkan usia kehamilan cukup bulan 40 minggu (280 hari). Namun terkadang Moms lupa kapan hari pertama haid terakhir.
Gerakan janin
Pada kehamilan pertama, jika Moms merasakan gerakan janin untuk pertama kalinya, itu berarti usia kehamilan sudah memasuki 18-20 minggu.
Sedangkan pada kehamilan kedua dan seterusnya, gerakan janin sudah terasa saat usia kehamilan 16-18 minggu.
Namun, perhitungan ini keakuratannya tidak bisa dijadikan standar umum karena gerakan ini cukup lemah dan bisa jadi Moms tidak begitu merasakannya. Namun demikian, cara ini bisa membantu untuk memastikan usia kehamilan. Semakin tua usia kehamilan semakin kuat gerakan janinnya.
Tinggi puncak rahim
Biasanya, dokter akan meraba puncak rahim (Fundus uteri) yang menonjol di dinding perut dan penghitungan dimulai dari tulang kemaluan. Jika jarak dari tulang kemaluan sampai puncak rahim berkisar 28 cm, artinya usia kehamilan sudah mencapai 28 minggu. Yang perlu diketahui, tinggi maksimal puncak rahim adalah 36 cm – usia kehamilan sudah mencapai 36 minggu – dan tidak akan bertambah lagi meskipun usia kehamilan mencapai 40 minggu. Kalaupun tingginya bertambah, kemungkinan yang terjadi adalah janin besar, kembar atau cairan tubuh berlebih.
Namun, Moms juga dapat melakukannya sendiri dengan meraba dinding perut. Jika puncak rahim berada antara pusat sampai pinggir atas tulang kemaluan – bagian atas rambut kemaluan – artinya usia kehamilan berkisar 4 bulan. Jika puncak rahim setinggi pusat, artinya usia kehamilan berkisar 6 bulan. Dan jika puncak rahim berada antara pusat sampai ujung tulang dada, artinya usia kehamilan berkisar 8 bulan.
Deteksi denyut jantung janin pertama kali
Jika dalam pemeriksaan dokter mendengar denyut jantung janin untuk pertama kali, maka usia janin diperkirakan mencapai 12 minggu.
Menggunakan 2 jari tangan
Metoda pengukuran ini hanya bisa dilakukan pada BuMil yang tidak memiliki berat badan berlebih. Caranya, letakkan dua jari di antara tulang kemaluan dan perut. Jika jarak antara tulang kemaluan dengan puncak rahim masih di bawah pusat, maka setiap penambahan 2 jari berarti penambahan usia kehamilan sebanyak 2 minggu.

Menggunakan ultrasonografi (USG)

Cara ini paling mudah dan paling sering dilakukan oleh dokter. Tingkat akurasinya cukup tinggi, berkisar 95 persen. Pasalnya, usia kehamilan dan perkiraan waktu kelahiran bayi bisa dilihat dengan jelas melalui gambar janin yang muncul pada layar monitor.
Penentuan usia kehamilan dengan USG dapat pula dilihat dari biometri janin, seperti panjang janin, lebar otak, ukuran jantung, ukuran ginjal, dan sebagainya.