Pages

Thursday, October 26, 2006

Impotensi dan Penanggulangannya

Dewasa ini impotensi sering menjadi keluhan para kaum pria. Bagaimana sebenarnya impotensi itu terjadi? Impotensi terjadi bila seorang pria mengalami kegagalan berereksi. Hal ini disebabkan oleh terganggunya fungsi otak yang bertugas mengendalikan pengiriman darah melalui arteri ke PENIS. Pada pria yang mengalami impotensi kronis, sinyal itu tidak dikirimkan sama sekali atau terhambat di arteri, sehingga mengganggu pengaliran darah untuk mengisi ruang-ruang di dalam penis.

Penyebab impotensi yang ringan (kadang berereksi kadang tidak) adalah:
- Faktor kelelahan
- Minuman beralkohol tinggi
- Pemakaian obat tertentu dalam jangka panjang

Penyebab impotensi berat adalah:
- penyakit jantung
- kerusakan pembuluh darah yang menuju penis
- diabetes
- tekanan darah tinggi
- gangguan sistim syaraf pusat ( ini mungkin karena penyakit diabetes )

Bagaimana seorang mengetahui bahwa dia atau pasangannya mengalami IMPOTENSI:

Apabila anda mengalami problem impotensi, disarankan untuk berkonsultasi ke Dokter, jangan coba-coba mencari pertolongan pada orang tidak profesional.
Berdasarkan pemeriksaan itu dokter akan menilai 4 faktor risiko utama :
· Psikologis
Misalnya pasien mengalami masalah dalam perkawinan
· Menderita fungsi hormonal
Misalnya pria berusia lebih dari 60 tahun akan mengalami penurunan kadar testosteron (hormon pria di dalam darah)
· Neurologis
Pasien mungkin menderita suatu gangguan syaraf karena penyakit diabetes
Untuk itu diadakan terapi medis seperti :
· Pembedahan
· Terapi hormonal dikombinasikan dengan konseling psikoseksual.
Tujuan dari terapi adalah untuk membantu pasien memecahkan masalah yang dialaminya, sambil berupaya mengembalikan rasa percaya diri pasien.

@ Hal-hal yang perlu diperhatikan dan ditanamkan dalam diri Anda selama menanggulangi masalah impotemsi adalah:

· Ingatkan pada diri Anda, bahwa setiap pria pada suatu saat akan mengalami masalah dengan penisnya. Jangan biarkan ada perasaan dalam diri Anda, bahwa impotensi akan mendera Anda selamanya. Biarkan pasangan Anda mengetahui bahwa hal ini bukan kesalahannya. Ia perlu diyakinkan bahwa Anda tetap menggapnya menarik. Berkomunikasilah dengan jelas bahwa gangguan ereksi ini tidak mencerminkan perasaan Anda kepadanya, katakan kalau Anda masih mencintainya.
· Pusatkan kegiatan Anda pada hal yang bisa menyenangkan pasangan. Percintaan tidak tergantung pada penis yang ereksi.
· Pilihlah gaya hidup yang sehat. Pria mulai umur 40 tahun dianjurkan mengkonsumi makanan bergizi dan teratur berolahraga.
· Jika gangguan impotensi tidak kunjung membaik, berkonsultasilah dengan dokter atau ahli terapi seks. Anda memerlukan bantuan ahli untuk mengatasi ketidakpastian serta kecemasan yang ditimbulkan oleh masalah tersebut.

# Langkah yang perlu dilakukan seorang isteri untuk membantu mengembalikan fungsi seksual suaminya:

· Bersikaplah penuh pengertian namun jangan terlalu mencemaskan. Berempatilah, tanpa bertengkar dengannya. Pikirkan bagaimana perasaan Anda jika sedang malu, terhina atau merasa tidak mampu.
· Jangan menganalisa suami atau hubungan Anda dengan suami. Pada situasi seperti ini, suami tidak memerlukan kritikan.
· Jangan menyalahkan diri sendiri. Anda bukan penyebab kegagalan ereksi suami.
· Jangan mencoba membuatnya ereksi. Biarkan ia menyenangkan diri Anda. Peluk dirinya dan cium dengan kelembutan, abaikan penisnya.
· Dorong suami untuk mencari bantuan. Jika masalahnya kronis, sarankan suami untuk berkonsultasi dengan dokter. Anda berdua akan memetik manfaat dari terapi seks.

No comments:

Post a Comment